Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views :
Home / Digital Marketing / 8 Hal Penting Yang Harus Anda Perhatikan Dalam Menjual Produk Digital

8 Hal Penting Yang Harus Anda Perhatikan Dalam Menjual Produk Digital

Tidak dapat dipungkiri bahwa salah satu cara efektif untuk menghasilkan passive income secara cepat diinternet adalah dengan menjual produk digital.

Kenapa Produk Digital?

Produk digital hanya perlu produksi 1 kali saja, dan Anda bisa jual berulang-ulang kapanpun tanpa batas. Dan tidak hanya itu, dengan produk digital juga Anda bisa menentukan sendiri dari sisi harga dan profit yang akan Anda ambil disetiap penjualan.

Ditambah dengan banyaknya public figure didunia Internet Marketing yang telah sukses menghasilkan profit ratusan juta dari produk digital membuat pemula “ngiler” untuk menekuni model bisnis ini.

Berdasarkan pengalaman saya pribadi selama lebih dari 2 tahun lebih menjual produk digital, setidaknya ada 8 hal penting yang harus Anda perhatikan jika Anda ingin serius menekuni model bisnis ini, khususnya jika Anda pemula yang baru mulai.

Berikut 8 hal penting yang perlu Anda perhatikan :

1. Niche Produk

Hal penting paling pertama yang harus Anda perhatikan adalah niche/tema dari produk digital yang akan Anda buat. Hal ini berperan sangat penting agar produk digital Anda kedepannya tidak salah arah dan tidak salah target marketnya.

Tentukan dulu niche apa yang akan Anda pilih sebelum lebih lanjut membuat produk digital. Saya sangat merekomendasikan niche yang sesuai dengan passion/minat Anda. Kenapa? Karena jika Anda membuat sesuatu yang Anda sukai, maka Anda akan mudah membuatnya.

Niche yang dapat Anda pilih misalnya, kesehatan, kecantikan, olahraga, musik, make money online, dan lain sebagainya.

2. Jenis Produk

Setelah Anda menentukan niche, langkah berikutnya adalah dengan menentukan jenis dari produk digital yang akan Anda produksi. Dalam hal ini perlu Anda pikirkan dan analisa secara matang.

Diinternet sendiri ada banyak jenis produk digital yang bisa Anda buat. Berikut jenis-jenisnya:

Ebook.
umumnya berformat PDF dan dikemas dengan ecover yang menarik agar banyak orang mau membacanya.

Video Tutoral, Video Training, atau Video Course.
Intinya produk Anda berupa video yang bisa ditonton oleh orang menggunakan desktop atau smartphone mereka. Format umum yang biasa digunakan seperti MP4, atau dengan menggunakan platform YouTube.

Software.
Jika Anda seorang programmer atau seorang software maker, maka Anda bisa membuat sebuah software yang bisa didownload. Jika Anda membuat software umumnya bisa diinstal di OS Windows atau Mac OS. Karena kedua OS yang sangat banyak digunakan.

Jika tidak bisa membuat software Anda bisa menggunakan jasa (hire) orang lain untuk membuatkannya.

Tools / Theme / Script, dan lain sebagainya.
Disamping software, Anda juga menjual produk digital seperti WordPress Theme, Script imacros, online tools berbasis web, dan banyak lagi.

3. Goal Produk

Point ketiga ini sangatlah penting. Kenapa, karena produk digital yang Anda buat haruslah memiliki “GOAL ORIENTED” atau berorientasikan goal yang spesifik.

Singkatnya, setelah orang-orang membeli produk digital Anda dan mempelajarinya atau menggunakannya, maka ada satu atau lebih Goal yang harus bisa mereka dapatkan.

Contoh, jika Anda menjual produk digital berupa video training bagaimana beriklan di Facebook, maka Anda harus memastikan bahwa setelah mereka mempelajarinya, maka mereka bisa beriklan di facebook. Karena itulah goal dan tujuannya.

 Jangan pernah membuat produk digital apapun itu yang tidak punya goal yang spesifik yang didapatkan oleh pembeli. Karena itu akan membuang-buang uang mereka dan branding Anda akan semakin buruk.

4. Tanggal dan Moment Rilis Produk

Hal berikutnya yang perlu Anda perhatikan adalah terkait dengan tanggal rilis atau launching dari produk digital Anda.

Karena saat ini banyaknya mastah-mastah atau produk creator yang rajin launching produk mereka, maka hal ini perlu Anda perhatikan. Kenapa? karena pengalaman saya, jika Anda rilis produk dengan tanggal yang sama dengan salah satu mastah atau banyak creator lainnya, maka bisa saja produk Anda tidak akan dilirik oleh prospek. Terlebih jika mastah yang rilis produknya sangatlah dikenal dan punya branding powerfull.

Caranya dengan memperhatikan dan ikut di group-group mastah yang sering launch produk. Sehingga Anda bisa mendapatkan info kapan mereka akan rilis produk. Dan hal ini bisa menjadi referensi kapan produk digital Anda sendiri dirilis.

Saya pernah rilis produk digital yang tidak saya ketahui ternyata berbarengan dengan salah satu mastah. Ditambah produk yang dirilis niche-nya sama, maka boom…. produk saya sepi penjualan (ada sih beberapa sales).

5. Target Market.

Taukah Anda bahwa tidak semua orang yang Anda tawarkan produk Anda memiliki masalah yang sama? atau mereka sendiri belum sadar memiliki masalah yang sebenarnya bisa diselesaikan dengan produk Anda.

Inilah tugas Anda sebagai marketer, membuat mereka sadar akan masalahnya dan menawarkan solusinya dari produk Anda.

Satu hal lagi, karena tidak semua orang yang Anda tawarkan membutuhkan dan mau membeli produk Anda. Mungkin saja karena memang mereka belum butuh, atau pahitnya mereka belum punya uang.

Dan disinilah tugas Anda untuk menganalisa target market yang tepat. Karena dengan target market yang tepat, maka akan menghemat budget promosi Anda.

6. Platform Rilis Produk.

Pada umumnya ada 2 cara untuk menjual produk digital. Pertama melalui platform Marketplace dan kedua Anda jual secara mandiri (dengan membangun tim affiliate sendiri).

Kedua cara tersebut mempunyai kelebihannya masing-masing.

Jika menjualnya di Marketplace :

  1. Tidak perlu repot promosi. Karena biasanya marketplace yang sudah terkenal seperti Ratakan.com atau Idaff.com telah memiliki komunitas affiliate yang sangat besar. Bahkan master-master Affiliate juga berada disana dan siap mempromosikan produk Anda.
  2. Set and Forget. Maksudnya adalah karena funnel penjualan dan metode pembayaran sudah diatur oleh pihak marketplace. Jadi Anda hanya menunggu saja tiap bulan ditransfer ke rekening Anda dari profit yang dihasilkan.
  3. Launching Announcement. Contohnya Ratakan.com yang mengharuskan Anda membuat pemberitahuan launching di grup facebook agar para affiliate mendapatkan “notice” untuk mempromosikan produk Anda.

Jika menjualnya secara mandiri (membangun tim affiliate sendiri) :

  1. Tidak akan potongan untuk pihak lain selain untuk affiliate. Ya.. intinya semakin besar profit yang bisa Anda hasilkan dengan cara ini.
  2. Anda bisa mengatur sendiri kapan harus melakukan Up Sell.
  3. Setiap penjualan akan langsung masuk ke rekening Anda sendiri.

7. Website Dan Sales Page.

Kenapa hal ini penting, karena menurut hemat saya, Anda tidak akan bisa menjual produk digital tanpa sebuah website atau sales page.

Berbeda dengan produk fisik pada umumnya yang bisa dijual hanya melalui platform lain seperti Fanspage Facebook, atau bahkan hanya menggunakan brodcast Whatssapp.

Salespage akan menjadi gerbang pertama agar prospek bisa menilai kualitas dan manfaat dari produk digital Anda. Dan disinilah peran copywriting atau sales letter diperlukan.

Itulah yang membuat saya selalu memperhatikan setiap salespage yang saya buat didalam menjual produk digital. Khususnya sales funnel yang akan membuat penjualan saya ter-create secara sistem dan otomatis.

8. After Sales Support.

Sangat berbeda jika Anda menjual produk fisik yang biasanya pertanyaan-pertanyaan muncul sebelum orang membeli produknya. seperti :

Ukuran L ada gak?
Bisa dikirim via Gojek gak?

Warna merah marun ready sis?

Karena produk digital akan dirasakan manfaatnya setelah orang membeli dan menggunakannya atau mempelajarinya. Maka disaat itulah biasanya muncul banyak pertanyaan seputar produk Anda.

Contoh :

Saya sudah mempelajari modul ke enam nih, tapi kok masih gagal yah?
Di modul ketiga ada link khusus, tapi kok pas saya praktekkan gak ada yah..?
Dan pertanyaan lainnya yang sejenis.

Disinilah peran Anda untuk memberikan Support After Sales untuk mereka. Karena produk digital yang dijual satu dengan banyaknya pembeli, maka Anda bisa membuat sebuah group Facebook, telegram, atau lainnya yang bisa menampung semua pertanyaan mereka.

Dengan memberikan support after sales, maka secara tidak langsung akan membuat pembeli Anda menjadi Loyal Buyer karena mereka merasa terjawab dan terpenuhi kebutuhan mereka dari support yang Anda berikan.

Demikianlah 8 hal penting yang harus Anda perhatikan dalam menjual produk digital.

Jika ada pertanyaan silahkan lontarkan saja dikolom komentar dibawah ini.

Pada akhirnya, semoga bermanfaat.

  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Linkedin
  • Pinterest

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *