Kenapa 90% Pebisnis Online Gagal? Pahami 3 Langkah Penting Ini Untuk Menghindarinya

Kenapa 90% Pebisnis Online Gagal? Pahami 3 Langkah Penting Ini Untuk Menghindarinya

Menurut banyak statistik dan sumber dari majalah Forbes (klik untuk melihat sumbernya), mengatakan bahwa 80% bisnis gagal dalam 1,5 tahun pertama setelah dimulai.

Fakta tersebut terjadi pada bisnis konvesional. Lantas bagaimana dengan bisnis online?

Tidak sedikit sumber yang mengatakan malah 90% pebisnis online gagal di 1-2 tahun pertamanya. Cukup miris bukan?

Kegagalan tersebut umumnya terjadi karena tidak melakukan riset produk, market dan juga memvalidasi produk. Karena proses tersebut sangatlah penting agar tidak membuang-buang waktu dan tenaga sebelum Anda membuat atau memproduksi lalu memasarkan produk.

Dan untuk terhindar agar Anda tidak termasuk didalam 90% orang yang gagal dalam berbisnis online, maka ada 3 hal yang sangat penting yang HARUS ANDA LAKUKAN, yaitu Research, Segment, dan Convert.

Mari kita bahas satu persatu.

Research (Me-riset)

Research adalah proses menemukan dan memahami apa yang audience atau market Anda butuhkan. Sehingga Anda bisa memberikan penawaran yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan mereka.

3 langkah penting agar tidak gagal berbisnis online

Saat Anda ingin memproduksi dan menjual produk sepatu wanita, namun Anda bingung terkait model, warna dan jenis yang saat ini sedang trend dan yang akan disukai oleh market, kecuali Anda melakukan riset market.

Sebagai contoh, jika keputusannya Anda memproduksi dan menjual sepatu wanita berwarna biru. Namun pada saat penjualannya, respon market untuk warna biru sangatlah sedikit karena ternyata mereka lebih suka dengan warna merah misalnya. Maka apa yang terjadi? Anda hanya membuang-buang waktu dan tenaga saja.

Itulah kenapa proses Research sangatlah penting untuk menemukan dan melakukan Tes kepada market terhadap produk Anda bahkan sebelum Anda memproduksinya.

Jika respon market sangat positif maka Anda bisa melanjutkan produksi dan menjualnya. Dan inilah cara efektif untuk menghemat biaya produksi dan pemasaran Anda.

Tidak melakukan riset diawal merupakan kesalahan yang berujung pada kegagalan.

Segment (Men-segmen)

Segment adalah proses segmentasi atau meng-kategori-kan jenis audience dan market Anda, sehingga Anda bisa memberikan penawaran yang relevan kepada audience dan market yang tepat.

Dengan melakukan segmentasi, maka mengindikasikan bahwa bisnis Anda berjalan dengan baik dan rapih. Contoh sederhananya adalah dengan meng-kategori-kan atau mengelompokkan data prospek (leads) dan data pembeli (customer) Anda.

Kenapa hal ini sangat penting untuk bisnis Anda? Karena dengan men-segmen audience Anda maka akan memberikan peluang besar terjadi konversi yang lebih baik, karena pada prinsipnya Anda selalu menawarkan produk yang relevan dengan kebutuhan atau permasalahan mereka.

Sebagai contoh kecil, jika Anda mempunyai data prospek (leads) Anda bisa mengkategorikannya berdasarkan interest atau minat mereka. Lalu jika Anda bertanya, dengan cara apa saya bisa mengkategorikan mereka?

Simpel, berikan email newsletter atau email brodcast dengan niche yang spesifik.

Kategorikan mereka yang dan membuka dan membaca email Anda.

Melakukan segmentasi dengan cara manual akan sangat melelahkan dan menguras waktu kawan. Manfaatkanlah teknologi berupa software email marketing untuk melakukan segmentasi dengan mudah, agar bisnis Anda berjalan secara otomatis.

Convert (meng-konversi)

Disaat awal Anda sudah bisa melakukan Research untuk mengetahui kebutuhan audience Anda, lalu kemudian Anda melakukan segmentasi (mengkategorikan) agar Anda bisa menawarkan ke audience yang tepat, maka langkah berikutnya yaitu mengkonversi (red:convert) leads (prospek) menjadi pembeli (customer) akan semakin mudah.  

Jika Anda melakukan kedua proses sebelumnya dengan baik dan benar (riset dan segmen), maka Anda tidak perlu lagi menggunakan rayuan copywriting yang heboh, bahkan sampai harus banting harga gila-gilaan. Karena audience Anda benar-benar mendapatkan penawaran yang relevan dengan kebutuhan, keinginan, dan permasalahan mereka.

Proses mengkonversi leads menjadi customer juga tidak bisa dibilang mudah, tapi juga gak susah-susah banget kok. Ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan konversi Anda menjadi berkali-kali lipat seperti :

  1. Copywriting atau sales letter.
  2. Tampilan website dan kemudahan mengaksesnya.
  3. Dan masih banyak lagi, tentunya sesuai dengan jenis konversi yang ingin dihasilkan.

Dengan memahami dan melakukan 3 proses penting diatas, maka Anda bisa meminimalisir dengan sangat kecil kegagalan. Banyak yang belum menyadari 3 hal penting diatas, sehingga yang terjadi lebih dari 90% pebisnis online gagal diawal.

Semoga bermanfaat.

Jangan ragu untuk memberikan komentar Anda dikolom komentar dibawah ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *